Sahabat
Cinta Perih
| the redz |
1.
Zaka
:
2.
Tria :
Tokoh Tambahan
1.
Razel :
2.
Uma :
3.
Hasan :
4.
Ayah zaka :
5.
Teman-teman :
6.
2 Polisi :
7.
Dokter :
8.
Rani :
Engkau Bahagia , Aku Pun Bahagia
Kelas
XI IPS suasana ramai , karena pada hari itu adalah hari ulang tahun
tria .Dan razel memberikan kejutan pada gadis pujaannya itu. Zaka sebenarnya
sudah tahu mengenai
rencana temannya itu maka ia
pun agar tak menyakiti perasaan
temannya, razel . Maka ia tadi
sebelum teman – temannya ia
menulis secarik surat pada tria, walaupun ia tak mencantumkan perihal bahwa ia pengirimnya.
Zaka : Deg....!!!!! (dadanya terasa terpukul dengan keras).
Aku tahu memang tahu razel menyukai
tria , tapi aku pikir itu
hanya mainan , untung saja
aku sudah menulis surat.
Namun
, semua
berubah tatkala rani ,temannya datang
padanya seraya membawa
surat yang ia
tulis untuk tria nampaknya ia
telah hafal dengan tulisan yang ada pada surat itu.
Rani : Zak , kamu
kenal tidak ini tulisan siapa
ndak ? kok tulisannya mirip dengan tulisanmu.
(seraya menunjukkan secarik
kertas pada zaka)
Zaka : waah , tidak ran.
(seraya
membaca surat yang diterima dari
rani)
Zaka : ah sudahlah, ini ada yang lagi ultah
kok malah didiamin.
(mengingatkan
rani bahwa saat ini adalah acara milik razel untuk tria)
Rani pun
sadar atas kesalahannya, ia pun segera bergabung dengan
temannya menyayikan lagu ulang
tahun untuk tria. Sementara itu zaka
hanya duduk
dengan fathan dan
rani yang telah kembali
dari teman-temannya sambil
masih menyanyikan lagu untuk tria.
Dan saat
prosesi pemotongan kue , zaka keluar
dari kelas. Hatinya merasa
perih.
Zaka :Aku
akan bercerita pada rani besok
pagi.
(katanya
pada dirinya sendiri)
Di
laboratorium komputer terdengar
suara keyboard dipukul
jari dengan cepat. Zaka meneliti
kembali susunan- susunan kata
yang nampak di layar
monitar komputer. Tak lama kemudian
rani masuk dengan
tergesa-tergesa.
Rani : maaf
zak agak lama nunggu , dah nyampe mana
ya zaka?
(ujarnya seraya menyalakan
komputer)
Zaka : haaah
masih panjaaaaang. Oh ya ni, kamu
kemarin nemukan surat di mejanya tria
ya?
Rani :i ya ,
memangnya kenapa? , itu surat mu ya?
(jawabnya
dengan tertawa dugaanya memang
benar)
Zaka :iya .....
(jawabnya
dengan santai )
Kemudian zaka
pun menceritakan padanya perihal
surat itu.
Zaka : ran , kamu tadinya nyadar ndak sih
kalo aku yang nulis?
Rani :
aku , sebenarnya dah duga . tapi
karena aku pikir
tu gak mungkin ya udah...
Zaka : ran,
aku bingung ..., disatu sisi aku
menyukai dia tapi , disisi lain
kamu tahukan...., ada orang lain
yang mencintainya
( menundukkan wajahnya)
Rani : pasti
itu sakit buat kamu
ya , zak
Zaka : dibilang
sakit ...., memang sakiiiiit....
(tak
melanjutkan perkataannya sesaat)
Zaka : tapi aku adalah orang yang akan sangat bahagia saat orsanga aku sayangi
juga bahagia.., aku
juga sadar aku
bukan orang yang tepat untuknya....
~<Marah>~
Dengan tak
karuan , zaka memacu shogunnya. Ia
berteriak-teriak sapanjang jalan
JOGJA-MAGELANG yang sepi. Pikiran
campur aduk antara
sedih, marah menjadi
satu dalam pikiran-nya. Ia tadi
berpapasan dengan tria
sewaktu ia jalan-jalan
sekitar sekolah. Zaka tidak
ingin diri-nya diketahui
oleh tria. Adhiknya sendiri
bingung dengannya.
Uma :kak, kenapa tidak
jadi ke sakolah?
Zaka : tidak apa-apa kok dhik.
Uma :ya sudah lah uma
ndak marah kok.
(jawabnya
dengan senyumnya yang
menjadi obat bagi Zaka)
~<Jangan Ganggu Ia>
Di
kelas XI IPS zaka marah
pada dirinya sendiri.
Zaka :argh......!!!!!, aku tahu
aku hanya etemannya dan
bukan siapa-siapanya, aku tidak
terlalu akrab dengannya
tapi kenapa aku
harus merasa sakit.
(makinya seraya
memukul meja yang ada
didepannya)
Zaka :tapi, aku
tahu aku bukan
yang ter baik untuknya . dengan melihatnya tersenyum
sebenarnya itu aku
suadah senang.
(ungkapnya seraya
tersenyum karena ia
hanya harus berbuat
yang terbaik untuknya)
Zaka keluar
dilihatnya tria sedang berjalan
hendak masuk kekelas. Ia
telah menulis untuk tria kemarin, namun ia
tak tahu kabar
setelah nya. Zaka memandang
tria dari mejanya. Tria nampak
cemberut, ingin rasanya zaka
maju dan menyapanya
namun.
Zaka :jangan
ganggu ia......!!!!!
(teriaknya dalam hati)
~<Jaga Hatimu>
Zaka : (berjalan
dengan tergesa-tergesa, nafasnya tersengal-sengal)
Zaka langsung
pergi ,ia mendapatkan
informasi bahwa tria
mengalami kecelakaan setelah
meni-tipkan revonya ke
rs yang ternyata
dekat dengan tkp. Segera
zaka mencari informasi
mengenai korban kecelakaan
yang baru saja
masuk.
Zaka :dok, bagaimana kondisi
tria sekarang dok? Apakah lukanya serius?
(tanyanya langsung
setelah dokter yng merawat
tria keluar dari kamar tria)
Dokter :anda
siapa ? apakah anda memiliki
hubungan pasien?
Zaka saya zaka, saya temannya
Dokter :oh
begitu , nak zaka tenang
saja kondisi pasien
saat ini baik-baik
saja.
Sementara itu tria,
Tria : (berjalan didalam
alam bawah sadarnya)
Ada darah
Tria terus
mengikuti bercak darah
yang ternyata menuunjukkan
pada sesosok mayat
yang tergeletak diatas
tikar tua. Ia pun
mendekatinya untuk melihat
itu mayat siapa.Ia terkejut karena ia melihat dirinya
sendiri.
Tria :tidaaaaaak.........!!!!!!!!!
(terbangun dari
pingsannya)
Tria yang
bangun secara tiba-tiba
mengagetkan zaka yang sedang
minum secangkir kopi dan
menyebabkan cangkir terjatuh dan
menyebabkan tria terkejut.
Zaka : (berjalan
mendekati tria)
Tria : (menampar zaka
dengan keras)
Zaka : (terkejut
dan meraba pipinya
yang panas)
Apa salahku ......., aku salah apa?
Tria : (mengingat sesuatu
dan tiba-tiba menangis)
Zaka : ealah , malah nangis
(mengeluarkan
sapu tangan TRIAZ
dan memberikannya pada tria)
Tria : terima
kasih,..maaf ya.....
(dengan
tangisnya yang mulai
mereda)
Dan tanpa
di minta , tria pun
menceritakan apa yang
menimpanya sebelum ia di timpa
kecelakaan .
Zaka : aduuuuh,
itu salahmu sendiri makanya jaga
hatimu
(katanya
dalam hati)
~<Jaga
Hatimu>
Zaka : (terjaga dalam kantuknya)
Zaka memikirkan
adhiknya yang sedang sakit. Sang adhik
sudah dua hari
menampakkan diri .
diputarnya kembali lagu
-a7x- “DEAR GOD”.
Zaka :alonely
road ,crossed another cold state
line...
Hampir saja
air matanya meleleh sampai ia
pun teringat dengan
nasehat kakak perempu-annya. Ia pun
segera menghapus air matanya
yang menggenang dan
mengalihkan pandangannya ke tria.
Ia saat
ini sedang berperan
dalam drama yang
ditugaskan oleh bu Sri
, guru mapel B. Indonesia. Ia saat in
sedang mengenakan kostum
bangsawan , ia memperhatikan
acting tria, jika zaka
jujur ia tadi
hampir menangis.
Zaka : hebaaat....!!!
(katanya
seraya tersenyum)
Zaka : (teringat
sesuatu ,tadi pagi)
Dikelas XI IPS
Zaka : ( sedang
mengerjakan tugas bahasa
arab)
Tria : assalamualakum wr.
wb.
(masuk
dan duduk di bangku
depan , samping zaka)
Zaka : wa’alakum
wr. wb
Mereka
pun hanya berdua. Zaka masih konsentrasi
mengerjakan tugasnya. Kemudian.
Ia memberanikan dirinya
untuk bertanya. Padannya.
Zaka :eh tri, kamu dah ngerjakan tugas bahasa arab?
Tria :waaah, belum zaka.....
Zaka tertunduk, ia termangu karena
ia tak bisa , malu untuk membantunya .
~<Akhir>
Pada malam sabtu, zaka
seorang diri. Ia pun keluar dari
rumah. Ia merasa kesepian.keluarga sudah tertidu dengan lelap, meninggalkannya
seorang diri yang sedang kespian.
Zaka : (berjalan
sempoyongan di jalan
yang mulai sepi )
Merasa
bosan ia punya ide, ia akan pergi ke Purworejo.
Zaka :(mengeluarkan revonya)
Zaka pergi ke
neneknya yang tinggal di Purworejo, ia pergi seorang diri. Dan tanpa mamberitah
keluarganya. Dan ia pun pergi di tengah malam yag gelap gulita. Namun nampaknya
ia tak beruntung.sepeda motor yang ia tumpangi menabrak mobil yang berhenti
mendadak di perbatasan kabupaten Magelang - Purworejo
bruuk..!!!!,slaraak...!!
(revo yang ditunggangi zaka menabrak mobil)
Zaka : (terlempar dan tak sadarkan diri)
Di
rumah , terdengar suara telephone seluller berdering
Hasan : (mendekat dan menjawab)
Halo , Assalamualaikum maaf ini siapa ya?
Petugas : hallo, apa benar ini dengan hasan,
saudara dari zaka anwar?.
Hasan :benar, ada apa ya?
Petugas : kalau begitu, kami minta saudara
kami beritahukan bahwa zaka mengalam kecelakaan, dan saat ini beliau berada di RSUD Saras Husada. Alamat: Jalan Jenderal Sudirman
No. 60 Purworejo, Jawa Tengah. No
Telpon: 0275-321118, 0275-325650, 0275 -322448
Hasan : baik terima kasih pak
( langsung menutup handphonenya dan memberitahukan
ayahnya)
Setelah
memberitahu keluarganya, hasan
pun pergi ia tak lupa memberitahu
temannya , termasuk Tria.
Dirumah
sakit.
Zaka : (terbaring tak sadarkan diri)
Kelurga : (masuk )
zaka
Tria : (masuk setelah )
Tak lama kemudian terdengar suara alat
pendeteteksi detak jantung yang mendetar ,pertanada bahwa zaka telah
menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Seluruh yang berada didalam menangis
.Tak lama
kemudian datang dua orang polantas memasuki kamar.
Polisi :maaf apa benar ini adalah barang benda
milik saudara zaka ? Kami menemukannya berada sepeda motor korban.
(menyerahkan tas milik zaka)
Tria : (menerima dan membuka tas zaka)
Benar ini tas
zaka, dan ini ada......
(tak melanjutkan ucapannya karena ia menemukan
secarik surat)
Hasan : apa tri..?
(penasaran )
Tria : ada surat ,tapi entah untuk siapa,...
(membaca)
Dear ,
tria
Aq akui ,saya sering salah . Tingkahq sering kaku
tatkala bertatap muka denganmu.aku yang pendiam , canggung bila aku harus tiba – tiba
berbicara denganmu. Namun aq tak akan
pernah menyerah meskiq tahu bahwa ada
pengagum dirimu selain aq. Aku berbeda
dengannya , berbeda pula dengan kak
hasan, fahmad, hadi, dan firman. Orang memandangku rendah ,tapi aku yang
seperti ini bisa menjadi singa yang siap
,menerkam siapa saja pada saat lapar. perih rasanya .... perih sekali... , namun aku bukan pendendam. Biar pun dirimu tidak menjadi milikq
, aku tetap senang ,atau lebih tepatnya aku bangga
karena dirimu tidak memilihq yang
kurang untukmu. Dan aku hanya bisa tersenyum
disaat dirimu bahagia. Karena bahagiamu adalah bahagiaq juga......
yang
slalu mencintaimu
Zaka Anwar
Tria : (menangis)
Maafkan aku zaka ..... maaf.........
Naskah Drama
Sahabat Cinta Perih
Disusun oleh:
Zaeni Akmal
Komentar
Posting Komentar